14.11.15

Selamat Pagi



Selamat pagi, Minggu.
Hari ini saya nemu folder yang saya sembunyiin di dalem folder mata kuliah semester 5. Isinya foto-foto yang saya sengaja simpen buat momen tahun lalu.
Tahun ini di bulan yang sama, dengan perasaan yang berbeda.
Saya memang tidak (belum) menyusun masa depan, menyatukan visi misi, dll seperti yang orang-orang optimis lakukan, bersama-sama. Buat saya, masih jauh. Masih banyak hal-hal lebih penting yang kudu dipersiapkan, pendidikan, pekerjaan, mimpi-mimpi yang deadlinenya tahun ini tapi masih belum terealisasi. Menyusun masa depan bersama rasanya kok ya terlalu jauh. Terlalu mengawang-awang. Jadi saya membatasi diri jangan sampai terbawa-bawa harapan tentang masa depan. Saya membatasi diri jangan sampai terlalu bergantung pada dahan yang belum kokoh.

Tapi ternyata tanpa disadari, saya sudah menggenggam terlalu erat. Sudah jatuh terlalu dalam. Dan saat sudah jatahnya untuk melepaskan, rasanya nggak siap. Nggak ada antisipasi.

Lantas saya sadar,
Sudah lama rasanya tidak sejatuh ini.
Sepatah dan selemah ini.

Dan kali ini saya tidak defensif. Saya biarkan perasaan kehilangan saya menyetir. Saya biarkan saya menjadi lemah dan sekanak-kanak anak sma. I’d let myself fell into pieces for few days. Saya nikmati dan resapi saja rasanya seperti menyesap secangkir kopi sachet pagi-pagi.

Saya menghindari bercerita terlalu banyak, saya tidak ‘kuat’ menghadapi simpati orang lain. Jadi saya percayakan pada beberapa orang saja. Mengijinkan orang lain ngeliat weakness dan nggilani-nggilani mu, well itu cukup melegakan. Lalu saya mulai berbenah.

Saat semuanya kembali nyaris normal, saya mulai memfilter memori yang sedih-sedih. Saya sisakan yang dulu membuat saya senyum-senyum sendiri, ketawa, dan tersipu-sipu. Because the feeling I’ve showed before, was real. It energized my days, fulfilled me with joy. It is a good memory to be remembered someday. Saya sendiri kaget karna ternyata saya bisa tulus wkwk

Jadi,
Sekarang mari kita mengejar mimpi masing-masing.
Mari kita tuliskan mimpi-mimpi lain yang lebih tinggi.
Mari kita susun target-target. Deadline-deadline.
Mari kita rencanakan strategi masa depan.

Suatu saat,
Ketika mimpi2 itu tercoret satu per satu.
Percayalah, kamu adalah salah satu alasannya.
See you on top!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post!