22.3.14

Monolog di Minggu siang yang sumuk

Hai! Akhir-akhir ini suka sibuk nyari pembenaran kalo nggak "sempet" melakukan sesuatu (termasuk nulis blog), alesannya: sibuk! #ea padahal gak juga. Hari ini, minggu 23/03, di tengah tugas-tugas yg belum tersentuh, diluangkanlah waktu untuk semakin merandomkan isi blog ini #opose. Jadi...

1. Tiba-tiba merasa ketinggalan banyak hal. Dan ketika saya noleh belakang, ternyata bukan saya yang ditinggal, saya saja yang pergi sendiri, duluan, tapi kemudian hilang arah dan merasa tak punya jalan untuk dituju. Terlalu banyak cabang, dan seolah-olah saya maunya mencoba semua persimpangan, tanpa teman. Sok multitasker. Padahal keribetan. Ujung-ujungnya nyesel, merasa bersalah.

2. Saya baru sadar saya orang yang plin-plan. Saya suka mengumpulkan banyak pendapat dari kanan, ditabrakkan dengan pendapat si kiri. Lalu saya bersikap seolah-olah saya orang yang netral, di tengah-tengah. Baru sadar itu namanya bukan sikap. Itu namanya tak mau mengambil resiko. Mungkin perlu dikeplak dengan cara kemarin ya biar sadar--dihadepin tiga orang yang dg pinternya bikin saya ketap-ketip bego--ah tapi kalo nggak begitu saya nggak akan sadar. Mulai sekarang, seharusnya saya mencoba berada di satu warna saja. Hitam atau putih. Tiadakan abu-abu, si peragu. Benar atau salah. Tiadakan lagi si toleran yang plin-plan. Harus punya pegangan!

#gitu.
Anyway, selamat berhari minggu!:)

1 komentar:

  1. Kadang berjalan di tengah jalan yang terang namun sendirian itu lebih buruk daripada berjalan di tengah jalan yang gelap namun ada yang menemani.

    BalasHapus

Post!