23.1.13

ToD

Terkejut dan agak nggak siap sebenernya saat seorang temen nanya (di atas kereta ekonomi jurusan Malang-Surabaya, di tengah games ToD) "Kenapa kesannya kamu nggak mau membuka hati?"
Jleb.
Bingung. Emangnya keliatan kayak gitu ya?
I dont have the real right answer.
Pas yang lain cerita soal deket sama mas ini, suka sama mas itu, atau dia bilang dia gak mau aku sakit gara-gara kehujanan. Aku nya cuman ketawa-ketawa nanggepin ini itu. Nggak nyumbang cerita apa-apa, iyalah orang ngga ada objek buat diceritain. Enggak suka sama siapa-siapa. Enggak mau peduli sama pikiran-pikiran statis semacam tadi aku diliatin terus sama mas itu. Enggak mau capek-capek nyambung-nyambungin peristiwa-peristiwa kecil jadi cerita imajinatif yang luar biasa. Enggak mau endingnya bakal kecekik sama rasa-rasa ge-er.
Itu aja.
Traumatik? Bukan trauma, cuman selalu menyiapkan hati buat kemungkinan yang terburuk aja. Patah hati misalnya.
Dan nggak tau sejak kapan statement "Nggak ada yang namanya 'rasa' selama nggak ada pernyataan cinta" aku pegang. Jadi, biar ada orang yang jungkir balik bikn ati menggelembung ge-er, kalau nggak ada pernyataan itu, aku nggak mau capek-capek mupuk harapan. Capek-capek mikir kemungkinan-kemungkinan.
........Menurutku ini bukan nggak mau membuka hati.
Cuman menjaga hati dari kejamnya ekspektasi. :))


*Hai. Lama banget nggak nge blog hehehe. Kenapa ya? Padahal mayan banyak sebenernya yang bisa jadi bahan tulisan. Cuman akhir-akhir ini lbh banyak nuangin ke buku tulis bekas punya adek yang nggak kepake, lebih enak aja gitu gak perlu repot2 nyalain laptop, nancepin modem, nunggu loding mwehehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post!