31.1.13

Problems, nowadays

Tampilan blog baru nih jadi semangat nulis! ehehe

Akhir-akhir ini galau total. Wah, bukan, bukan soal laki-laki.

Baru sadar kalo aku bukan orang yang suka buka-bukaan. I mean, aku bisa cerita, curhat, nyampah atau apapun itu ke orang lain. Tapi nggak tau kenapa selalu ada rasa nggak nyaman. Iya, nggak nyaman cerita ke orang lain, bahkan ke orang terdekat sekalipun. Kayak ada yang nggak enak gitu tiap kali mau bagi-bagi masalah pribadi. Selama bersifat personal, apapun pokok bahasannya pasti bikin lidah, ati dan pikiran nggak singkron. Kalo aku cerita ini dampaknya apa ke yang dengerin? Semacam ada ketakutan kayak gitu.

Dan aku sadar ketidaknyamanan berbagi cerita itu dari umur ke umur makin gede porsinya. Dulu sih masih bisa ya ngendaliin rasa-rasa itu. Sekarang kok makin uncontrolled. Saat udah mentok banget sama masalah pribadi, masih enggak bisa cerita ke siapa-siapa. Ada juga pikiran kalo aku cerita sorot mata mereka pasti gitu. Prihatin. Nah! Aku keganggu sama jenis tatapan itu meskipun nggak memungkiri kalau prihatin itu bentuk simpati dan simpati itu translasi dari perhatian.

Dan juga pikiran-pikiran lainnya yang makin lama makin menggerogoti. Kalo diceritain toh nggak jamin bakal selesai kan masalahnya? 

Dulu aku suka cerita-cerita ke nyokap kalo ada masalah, tentang sekolah tentang taksir menaksir. Walaupun jawaban & tanggapan nyokap nggak memuaskan, paling engga aku lega.

Sayangnya sekarang beda. Justru engga mungkin cerita ke nyokap. Engga mungkin cerita ke kakak. Cause the problem is around them! Suka stres sendiri, liburan, had nothing to do, dan kejebak di lingkaran yang aku nggak tau kudu keluar lewat mana. Sedih liat ibuk sering nangis akhir-akhir ini. Kurusan. Nggak bisa mbantu. Sedih tahu ayah keliatan kecewa akhir-akhir ini. Sering sakit. Dan pura-pura nggak peduli. Tapi siapa tahu dibalik sikapnya itu ayah yang paliing mikir?

Agony. Ngelihat orang tua dan kakak yang sama2 kamu sayang ada di ujung tebing yang berseberangan. Lucunya, mereka nggak butuh dukungan. Juga nggak mau rontok egonya masing2. Rumah makin sunyi aja jadinya, tanpa kentara kalau masalahnya makin susah ditemuin jalan keluarnya.

Dan tahu nggak sih gmn rasanya berada di situasi yang pelik, rusuh, chaos.... tapi nggak bisa ngelakuin apa-apa?

Frustasi sendiri. Depresi sendiri.
Dan cuma bisa doain dalam diam. Semoga Dia bukain jalan keluar yang skr gatau lagi disembunyiin dimana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post!