18.11.10

Senyata realita.

Aku heran, bagaimana seorang penulis, cerpenis, atau novelis bisa membuat sebuah cerita berparadigma bodoh tentang fiksi percintaan: Bagaimana seorang gadis memilih mempertahankan perasaannya pada seorang lelaki, hanya bertepuk sebah tangan, dan malah mengabaikan lelaki lain yang datang padanya--membawa cinta semanis gula.

Bagaimana seorang pembuat skrip naskah film-film drama korea dengan tega membuat cerita tentang seorang perempuan pemeran utama yang mengemis-ngemis, menghabiskan waktunya untuk merenung, menangisi lelaki yang ia cintai--tanpa pernah mencoba membalas perasaan lelaki lain yang dengan ikhlasnya datang disaat perempuan itu rapuh.

Bayangkan, perempuan bodoh itu menolak orang yang benar2 mencintainya!

Bagaimana Dewi Lestari, penulis novel Perahu Kertas, menuliskan tentang Kugy dan Keenan yang saling menyukai, lalu terpisahkan dan terpaksa harus memendam perasaan tak tersampaikan itu selama empat tahun. Dan dalam empat tahun itu, keduanya telah menemukan pengganti masing-masing. Semuanya beres dan sempurna.
Tapi ketika keduanya dipertemukan kembali, tak disangka perasaan kadaluarsa empat tahun lalu itu muncul kembali : membuat keduanya buta, lupa, alpa, pada perasaan pasangan masing-masing yang mencintai mereka sedalam pelosok hati.
Mereka meninggalkan dua orang berharga itu, memilih untuk menyakiti mereka untuk mendapat kebahagiaannya sendiri...

Betapa bodohnya mereka.. Kalau aku seorang Kugy, aku akan memilih Remi; pangeran nyataku, yang mencintaiku dengan sungguh-sungguh. Yang ada saat aku butuh. Yang datang saat aku jatuh. Bukannya memilih untuk berkata : maaf, melukainya, dan membiarkannya berjalan menjauh dengan setumpuk kekecewaan...

Tapi terkadang, fiksi yang dikarang para penulis skrip dan novel bisa senyata realita. Banyak orang lebih memilih tersakiti dan stay bersama orang yang mereka cintai (sekaligus yang tidak membalas cinta itu) daripada memulai cinta baru bersama orang lain yang jelas mencitainya.

Bodoh memang. Tidak adil memang. Tapi bisa menjadi satu inspirasi karya yang cukup hidup yang disukai masyarakat....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post!